Berita resmi · Belitung Timur
Kompetisi Renang Jusav SC Datangkan Keluarga dari Belitung, Homestay di Gantung Ikut Terisi

Gantung, Diskominfo SP Beltim – Kompetisi olahraga tak hanya menjadi ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan. Jika dikemas dengan baik, sebuah kejuaraan juga dapat mendatangkan pengunjung, menggerakkan usaha masyarakat, hingga membuka peluang pengembangan pariwisata daerah.
Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Jusav SC Swimming Competition Se-Pulau Belitung 2026 di Kolam Renang Salembat, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Selama tiga hari pelaksanaan, 30 Oktober hingga 1 November 2026, sejumlah keluarga dari Kabupaten Belitung datang untuk mendukung anak-anak mereka yang mengikuti perlombaan.
Salah satunya keluarga Slamet Riandi (34), warga Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Ia datang bersama istri dan anak-anaknya. Tidak hanya keluarga inti, Slamet juga mengajak abang ipar beserta istri dan anaknya serta kakak iparnya.
Total sembilan anggota keluarga ikut dalam perjalanan tersebut. Mereka menghabiskan waktu tiga hari tiga malam di Kecamatan Gantung, dengan menginap di homestay dan rumah keluarga.
Bagi Slamet, kedatangan mereka bukan semata-mata untuk mengikuti kompetisi. Kesempatan itu sekaligus dimanfaatkan untuk berlibur dan menikmati suasana Kabupaten Beltim.
“Kompetisi ini menarik, terutama untuk menyaring bibit-bibit atlet dari Kabupaten Belitung Timur dan Belitung. Semoga ke depannya ada lagi kompetisi seperti ini,” harap Slamet.
Putranya yang mengikuti perlombaan berhasil meraih tujuh medali emas. Empat medali diperoleh dari nomor individu, sedangkan tiga lainnya berasal dari nomor estafet.
Anggota Satpol PP Kabupaten Belitung ini menilai pelaksanaan kompetisi secara umum sudah berjalan baik. Ia mengapresiasi penyelenggaraan perlombaan, meskipun menurutnya masih ada beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan, terutama toilet dan ketersediaan air.
“Paling kondisi toiletnya ya di kolam renang ini yang hraus jadi perhatian. Kalau kekurangan air yang terbatas karena tidak terlepas dari situasi cuaca, yang sedang kemarau,” ungkap Slamet.
Selain mendampingi anak bertanding, keluarga Slamet juga menikmati waktu bersama di kawasan Gantung. Baginya, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk menggabungkan kegiatan olahraga anak dengan liburan keluarga.
Berpotensi Jadi Agenda Sport Tourism
Kehadiran keluarga dari luar daerah selama kompetisi berlangsung turut mendapat perhatian Bupati Beltim, Kamarudin Muten saat menutup kegiatan tersebut, Minggu (1/11/2026).
Menurut Kamarudin penyelenggaraan kejuaraan olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di kecamatan. Ketika peserta datang bersama keluarga, kebutuhan terhadap penginapan, makanan, dan berbagai layanan lainnya ikut meningkat.
“Setiap kecamatan harus punya pemikiran ke depan, bagaimana daerahnya bisa ramai. Dengan adanya pertandingan renang ini, otomatis UMKM-nya berjalan dan homestay-nya juga penuh. Ini sangat bagus untuk Gantung,” kata Kamarudin.
Mantan Ketua KONI Beltim ini berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga semakin banyak atlet maupun keluarga dari luar daerah yang datang ke Kabupaten Beltim.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan fasilitas penunjang agar penyelenggaraan kompetisi semakin baik. Kamarudin menyebut telah meminta Dinas Pariwisata untuk memperhatikan sejumlah kebutuhan di kawasan kolam renang.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain penyediaan tenda atau tempat berteduh bagi peserta dan pengunjung, pemasangan jaring untuk mengurangi paparan panas matahari, serta pembenahan fasilitas toilet. Kondisi air kolam juga menjadi perhatian agar kebersihan dan kejernihannya dapat ditingkatkan.
“Semoga nanti setiap tahun ada kompetisi ini, sehingga kita bisa menyaring atlet-atlet yang berprestasi sekaligus meningkatn potensi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kompetisi Jusav SC Swimming Competition 2026 memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga memiliki peluang untuk memberi manfaat lebih luas daripada sekadar hasil pertandingan. Kehadiran atlet dan keluarga dari luar daerah dapat menjadi penggerak kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.