Beranda / Berita / Detil Berita

Jaga Keberlangsungan Organisasi, Karang Taruna Beltim Perkuat Sinergi dan Dorong Regenerasi Kepengurusan

13/Jun/2026, 13:39 WIB • Oky

opd #Karang Taruna Beltim 👁️ 37x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) memfasilitasi agenda Silaturahmi dan Koordinasi antar Pengurus Karang Taruna se-Kabupaten Beltim yang bertempat di Ruang Satu Hati Bangun Negeri (RSHBN), Kantor Bupati Beltim, Jumat (12/06/2026) sore. Pertemuan strategis ini difokuskan sebagai wadah penyamaan persepsi, penguatan sinergi kemitraan, sekaligus membahas langkah penyegaran atau regenerasi struktural mengingat masa bakti kepengurusan Karang Taruna tingkat kabupaten periode 2021-2026 telah resmi berakhir.

Bupati Beltim, Kamarudin Muten yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Heryanto membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam pembacaan sambutan Bupati, ia menekankan signifikansi peran Karang Taruna.

"Sebagaimana yang diamanatkan dalam Permensos No. 9 tahun 2025 Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai wadah pembangunan generasi muda dan menjadi mitra pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, karang taruna diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan kepemudaan, tapi juga mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Heryanto membacakan sambutan Bupati Beltim.

Heryanto menambahkan bahwa langkah koordinasi ini sangat krusial bagi roda organisasi ke depan.

"Saya juga memandang bahwa pembahasan rencana penentuan kepengurusan karang taruna yang masa baktinya telah berakhir merupakan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Proses pembentukan kepengurusan hendaknya dilaksanakan secara demokratis, terbuka sesuai kebutuhan serta mengedepankan kebersamaan demi kemajuan karang taruna," lanjutnya.

Urgensi Pendewasaan Organisasi dan Tantangan Zaman

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos Pemdes) Kabupaten Beltim, Ronny Setiawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya karena terlaksananya silaturahmi tersebut di tengah kesibukan kerja masing-masing pengurus. Ia juga menggarisbawahi kondisi objektif yang dihadapi oleh berbagai organisasi kemasyarakatan saat ini.

"Kawan-kawan yang sebelumnya, mungkin telah paham lah bahwa kepengurusan kita telah habis masa berlakunya. Sehingga perlu ada penyegaran kembali, perlu ada pembentukan kepengurusan lagi. Kami berharap nanti setelah dari hasil koordinasi ini kemudian langsung bisa dijalankan, mudah-mudahan itu bisa terlaksana tanpa hambatan," jelas Ronny.

Ronny memaparkan ada empat faktor utama penunjang eksistensi sebuah organisasi: anggaran, sarana prasarana, kuantitas dan kualitas SDM, serta keputusan atau kebijakan (political will) dari pihak berwenang. Di tengah dinamika nasional hingga global, ia mengetuk kepedulian para kader muda untuk bergerak memberikan solusi konkret.

"Kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu semua elemen sekarang ini harus sama-sama memikirkan jalan keluar bagaimana solusi yang terbaik. Bukan yang sebatas menyumpah, bukan yang sebatas menyuruh, tapi juga dalam kita mencari solusi-solusi yang mana yang bisa kita berikan dan kita sampaikan kepada pihak yang punya wewenang,” ungkapnya.

“Ini memang harus ada action plan-nya. Supaya dapat melangkah ke depan, supaya Indonesia ini benar-benar bisa semakin eksis, supaya apa yang diharapkan pemerintah, yakni Indonesia Emas 2045, bonus demografi itu bisa benar-benar kita manfaatkan untuk ke depannya," urai Ronny secara lugas.

Testimoni Pengabdian dan Motivasi dari MPKT

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Beltim sekaligus Staf Khusus Gubernur Bidang Investasi dan Percepatan Pembangunan, Nadiarsyah. Ia membagikan rekam jejak emosionalnya yang tumbuh besar dari organisasi basis sosial ini hingga mampu dipercaya mengemban jabatan strategis di tingkat provinsi, termasuk posisinya kini sebagai ketua di salah satu partai di Kabupaten Beltim.

"Kami ketahui bahwasanya saya bisa seperti ini dekat berjalan seperti ini tidak terlepas dari sejarah saya sebagai pengurus karang taruna di Kabupaten Beltim," kenang Nardiansyah.

Ia meminta para kader yang didominasi wajah-wajah baru tingkat desa dan kecamatan untuk tidak berkecil hati aktif di lembaga ini.

"Pertama jangan kalian merasakan miskin masuk dalam Karang Taruna. Kita akan membuat gerakan Karang Taruna seperti yang kita buat kemarin-kemarin, walaupun saat ini belum ada anggaran," tegas Nadiarsyah memotivasi seluruh audiens di RSHBN.

Mekanisme Musyawarah Mufakat Regenerasi

Ketua Karang Taruna Kabupaten Beltim Periode 2021-2026, Herman Sujono menegaskan kedudukan Karang Taruna memiliki corak gerakan yang khas jika dibandingkan dengan wadah kepemudaan lainnya di tingkat akar rumput.

"Karang Taruna itu menurut undang-undang wajib ada dari desa sampai kabupaten sampai ke tingkat nasional. Lomba desa itu tidak sah kalau tidak kepengurusan Karang Taruna di dalamnya. Di kecamatan juga, Jadi intinya dimanapun wajib ada," tutur Herman.

Ia menjabarkan marwah lembaga ini dengan menegaskan,

"Karang Taruna adalah lembaga sosial yang diperdayakan oleh pemuda. Bukan sekedar lembaga pemuda, tapi juga lembaga sosial, organisasi sosial yang dijalankan oleh pemuda. Jadi intinya memang kegiatan-kegiatan sosial, pemberdayaan sosial itu ditekankan di Karang Taruna. Sekali lagi Karang Taruna adalah organisasi sosial," tegasnya.

Menutup arahannya terkait kelanjutan struktur kepengurusan yang telah demisioner, Herman mendorong regenerasi kepengurusan Karang Taruna Beltim agar dapat terbentuk secara demokratis sesuai aturan organisasi yang ada.

Kegiatan silaturahmi ini berjalan kondusif dengan dilanjutkan sesi diskusi interaktif antar-pengurus tingkat desa dan kecamatan se-Kabupaten Beltim untuk mematangkan agenda pembentukan tim untuk melaksanakan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Beltim.